Besi H Beam Murah :Produk SNI KS, GG & Impor Harga Jual Ekonomis

Jangan dulu beli besi h beam sebelum anda cek harga h beam di sini.

Kenapa?

Karena bisa dipastikan anda BELUM memperoleh harga yang benar-benar murah sebelum anda mengetahui harga milik kami untuk material ini.

Hanya di sini harga besi h beam murah, dengan rate harga perkilo yang Super Ekonomis

Jual Besi H Beam (Habim) Baja H Beam Murah SS400 A36 SNI Distributor

Ini bukan promo:

Penawaran yang kami berikan akan membantu anda agar bisa berhemat jutaan atau bahkan puluhan juta ketika berbelanja baja konstruksi.

Sebelum anda menghubungi kami, ada baiknya anda cek terlebih dahulu ukuran dan berat kanal h dari Gunung Garuda, Krakatau Steel serta produk habim impor di bawah ini. Untuk melihat tabelnya silahkan klik pada link-link yang telah kami siapkan:

Tabel beam sni Gunung Garuda
Tabel beam sni Krakatau Steel
Tabel beam sni impor

Ketika anda sudah mencatat ukuran yang diperlukan, segera hubungi kami untuk mendapatkan penawaran besi h beam murah dengan kontak sbb:

  1. Personal contact marketing OkeSteel a.n Syahrul @ 0812-9889-1343

  2. Office contact @ 0251-829-5031

  3. Email: admin@okesteel.com

OkeSteel Powered By PT Harkus Putra Perkasa

SIUP: 510.41/018/03077/BPNDTPS/2015-No.Tdp:10.20.1-46.09.627

Bila anda tak terlalu paham dengan tabel yang terdapat pada link di atas. Anda bisa memahami ukurannya terlebih dahulu dari gambar-gambar di bawah ini:

H Beam 100 x 100

Ukuran tepatnya adalah 100 x 100 x 6 x 8 mm.

Tinggi-nya (T) 100 mm. Lebar-nya (L) 100 mm. Tebal elemen web (tw) 6 mm. Tebal elemen flange (tf) 8 mm.

h beam 100 x 100 x 6 x 8 mm

H Beam 150 x 150

Size yang lebih akurat untuk ukuran ini adalah 150 x 150 x 7 x 10 mm.

T = 150 mm, L = 150 mm, tw = 7 mm, tf = 10 mm

h beam 150 x 150 x 7 x 10 mm

Besi H Beam 200 x 200

Dimensi detil dari habim ini adalah 200 x 200 x 8 x 12 mm.

T = 200 mm, L = 200 mm, tw = 8 mm, tf = 12 mmh beam 200 x 200 x 8 x 12 mm

Besi Habim 250 x 250

Ukuran lebih tepatnya 250 x 250 x 9 x 14 mm.

T = 250 mm, L = 250 mm, tw = 9 mm, tf = 14 mm

h beam 250 x 250 x 9 x 14 mm

H Beam 300 x 300

Ukuran ini merupakan ukuran terbesar untuk habim Krakatau Steel, ukuran tepatnya adalah 300 x 300 x 10 x 15 mm.

T = 300 mm, L = 300 mm, tw = 10 mm, tf = 15 mm

h beam 300 x 300 x 10 x 15 mm

H Beam 400 x 400

Ini merupakan ukuran terbesar untuk habim Gunung Garuda dan produk impor. Tepat ukurannya yaitu 400 x 400 x 13 x 21 mm.

T = 400 mm, L = 400 mm, tw = 13 mm, tf = 21 mm

h beam 400 x 400 x 13 x 21 mm

Bagaimana? Apakah sudah lebih jelas mengenai ukuran h beam nya?

Semoga gambar-gambar sederhana di atas bisa membantu anda.

OkeSteel menawarkan berbagai macam profil baja untuk bahan struktur bangunan. Seringkali kami menerima pesanan untuk dijadikan struktur pabrik, gudang, stadion, jembatan serta struktural lainnya.

⇒ Info harga jual besi kanal u murah

Terdapat berbagai macam jenis profil besi yang bisa digunakan. Adapun profil mana yang ingin digunakan dipilih berdasarkan perencanaan, fungsi bangunan yang didirikan serta faktor bentang bangunan.

Kenapa baja? Sebenarnya tak harus, hanya saja struktur bangunan yang memakai baja sebagai bahan utamanya memiliki beberapa kelebihan, yakni:

  • Instalasi bisa dikerjakan lebih cepat
  • Lebih ekonomis. Biaya pembangunan jadi lebih murah bila diaplikasikan ke bangunan dengan atap bentang panjang
  • Kualitas struktur terjamin

Anda bisa menggunakan profil manapun yang anda mau asalkan sesuai dengan kebutuhan. Misal: angle bar, h beam, wf, pipa, kanal dll. Tiap profil adalah unik dan memiliki data tersendiri.

Dengan kata lain, perlu mengerti dan paham terhadap data-datanya masing-masing agar penggunaannya tepat. Contohnya data berat jenisnya, ketebalan web serta flange, luas penampang, titik berat dan data lainnya.

Bila anda sudah menentukan jenis profil mana yang akan digunakan, satu catatan data yang jangan terlewat adalah bobot kilogram dari seluruh baja yang menjadi struktural pada bangunan anda.

⇒ Info distributor plat besi harga murah

Bagaimana cara menghitungnya?

Untuk menghitungnya anda memerlukan daftar berat jenis tiap profil yang digunakan. Datanya mudah diperoleh, tinggal gunakan tabel berat jenis yang telah sesuai Standar Sectional Dimension.

Sebagai contoh, mari kita coba hitung berat profil H 600 welded. Berat jenis besi habim ini bisa kita peroleh dari tabel di bawah ini:

Standar Sectional Dimension h beam welded

Berdasarkan tabel di atas, data yang kita ketahui untuk profil H yang kita ambil sebagai contoh adalah:

  • tf: 25mmbesi habim
  • tw: 12mm
  • d (T): 600mm
  • bf (L): 300mm

Selanjutnya, silahkan lihat baris pada tabel yang telah di-marking atau ditandai dengan warna kuning.

Ukuran lengkap dari H welded nya adalah 600 x 300 x 12 x 25mm. Massa permeternya (unit weight-nya) adalah 170,67 kg/m.

Sehingga massa dari profil ini adalah: 170,67kg/m x 12m = 2048,04kg

Bila anda sudah bisa menghitung beratnya, maka nilai harga perbatangnya bisa anda ketahui dengan mudah. Agar ekonomis anggaran belanja anda, harga perkilo yang murah bisa anda dapat dari kami.

Pemahaman cara baca berat jenis yang tertera ditabel adalah hal penting yang perlu diperhatikan dalam menghitung beban total dari konstruksi yang dibangun.

⇒ Info harga distributor besi beton murah

Beberapa aplikasi besi H Beam di lapangan:

Habim sering difungsikan sebagai tiang pondasiHabim sering difungsikan sebagai tiang pondasi untuk proyek konstruksi jembatan ataupun bangunan berukuran besar baik itu untuk kegiatan industri maupun kegiatan manusia yang lainnya

Profil kanal H digunakan sebagai pondasi karena pada umumnya struktur tanah di permukaan tak mampu menunjang bangunan berukuran besar yang pastinya memiliki bobot super berat. Namun bila masuk lebih dalam lagi dari permukaan, terdapat lapisan tanah kokoh yang mampu untuk menunjang bobot bangunan bigsize tersebut.

Dibagian inilah besi h beam akan berperan. Dia akan didorong ke dalam tanah untuk membangun aplikasi deep foundation.

Deep foundation merupakan jenis pondasi untuk mentransfer beban bangunan yang didirikan di bagian permukaan ke bagian bumi yang berada jauh di bawahnya.

Besi habim dirancang dan dibuat untuk mentransfer beban strukturalUntuk peran tersebut, habim dirancang dan dibuat untuk mentransfer beban struktural dari suatu bangunan berukuran besar ke ‘bagian tanah yang kokoh’ yang notabene berada cukup jauh dari permukaan tanah. Agar lebih jelas, coba perhatikan gambar berikut.

Profil kanal H ini juga kerap digunakan sebagai struktur penahan di dermaga yang disebut excavation walls. Pada dasarnya excavation walls ini adalah suatu sistem retensi atau retaining system dengan cara deep foundation. Sistem ini adalah sistem struktural yang akan mempertahankan tanah ataupun air agar tidak runtuh (collaps) ke area yang dibangun (dalam hal ini disebut daerah open cut).

besi habim sebagai struktur penahan di dermaga yang disebut excavation walls

Setelah menyimak beberapa contoh di atas, kita tahu bahwa untuk memperoleh struktur penahan tersebut batang baja habim atau profil lain yang kompeten didorong masuk ke dalam tanah.

Bagaimana cara mendorongnya? Silahkan perhatikan video singkat berikut ini:

Pada video ini digambarkan salah satu teknik retensi yang disebut Soldier Piles & Lagging.

Struktur yang membariskan vertikal beam ke dalam tanah ini akan mempertahankan keadaan tanah yang diinginkan sehingga pembangunan dapat berjalan.

⇒ Info besi wire mesh m8 dengan harga murah

Secara sederhana sistem kerjanya adalah: beam yang dibariskan akan berfungsi sebagai pilar atau tiang. Lalu kemudian di-interval antar pilar disisipi oleh kayu, baja atau panel beton (lagging).

Lagging secara efektif akan menahan tekanan dari tanah. Tekanan ini oleh lagging akan diteruskan ke pilar. Desain dinding penahan ini bisa berupa kantilever atau bisa juga dinding ini ditunjang lagi dengan anchors ataupun bracing.

Di bawah ini merupakan contoh penggunaan kayu sebagai lagging diantara barisan batang baja untuk membangun struktur retaining wall.

Habim memiliki karakteristik sebagaimana berikut ini:

  • Setelah instalasi, integritas tiang terjamin. Panjang tak terbatas karena mudah untuk dipotong atau disambung.
  • Mudah untuk disimpan, dihandle dan diinstal. Mudah sinkron dengan struktur yang direncanakan.
  • Memiliki daya tahan yang bagus. Laju korosi pada beam yang ditanam sangat lambat.
  • Beam memiliki ketahanan tarik dan bengkok yang tinggi

Apa Beda Baja H Beam, WF serta I Beam?

Well.. sebenarnya perbedaan profil habim dan wf ini telah kami bahas simple dan sekilas di halaman penawaran harga besi wf murah. Namun kali ini akan kita bahas lebih dalam mengenai istilah namanya.

Nama? Itu mungkin yang terlintas di benak anda.

Eits…jangan salah. Bila anda salah mengenali baja habim ini, lalu salah memesan ketika order.

Kemudian, ketika barang sampai anda terkejut karena material yang datang bukanlah yang anda inginkan…

Wah..

Bila ini sampai terjadi, masalah yang muncul sudah pasti lebih dari sekedar cukup untuk membuat anda pusing bukan?

So..mari pastikan hal tersebut tidak terjadi.

Tak salah rasanya bila kita bahas mengenai hal ini karena secara mengagumkan wf juga dirujuk oleh beberapa istilah lainnya seperti profil H, besi H beam, I, IWF, HWF bahkan di beberapa tempat ada juga yang mereferensikannya dengan istilah SH, MH & WH.

Pusing? Jangan pusing.. santai saja.

Kita yang berada di Indonesia sudah memiliki acuan tersendiri dengan yang kita sebut Standar Nasional Indonesia atau SNI.

⇒ Info harga jual pipa baja hitam murah

Dengan merujuk pada SNI maka kita dapatkan beberapa acuan pembuatan ketiga profil yang sedang kita bahas ini, yakni:

1) SNI 07-0329-2005 mengenai besi I Beam Canai Panas

Baja I Beam Canai Panas

2) SNI 07-2610-1992 mengenai baja Profil H Hasil Pengelasan Dengan Filter

Baja Profil H Hasil Pengelasan

3) SNI 07-7178-2006 mengenai Profil WF Beam Proses Canai Panas

Baja Profil WF Beam Proses Canai Panas

Silahkan perhatikan gambar di atas. Mengacu pada SNI maka kita dapatkan data:

  • Profil I memiliki dua lengkungan yakni r1 dan r2 dibuat dengan proses hot rolled
  • Profil H tidak memiliki lengkungan, prosedur pembuatannya melibatkan materi plat dan proses welding atau las.
  • Profil WF mempunyai satu lengkungan yakni r yang juga diproduksi dengan proses hot rolled

Bila mengetahui standar di atas, maka akan lebih mudah bagi siapapun untuk membedakan ketiga profil ini.

Menurut pengalaman kami selaku penjual baja, I beam sudah jarang terlihat digunakan. Besi Habim masih sering dicari, namun tak sesering wf. Yang sering dicaripun biasanya adalah ukuran kanal h yang besar atau yang malah besi habim yang tak standar pabrik. Ukuran yang tak standar biasanya memiliki harga jual yang tak murah.

Bila suatu saat anda terlibat proyek yang mana menggunakan baja standar Jepang atau JIS, catat bahwa standar ini merujuk profil wf dengan istilah H. Untuk memperkuat hal ini, bisa anda perhatikan gambar di bawah.

profil H standar JIS dan wf GG produksi Indonesia

Gambar ini menunjukkan profil H standar JIS yang diproduksi di Jepang dan yang di sampingnya adalah wf GG produksi Indonesia. Terlihat jelas bahwa keduanya memiliki ukuran yang sama. Ini terjadi karena Standar Nasional Indonesia mengacu pada JIS.

Mungkin karena SNI yang mengacu pada JIS inilah muncul istilah yang tidak perlu seperti profil HWF. Bagaimana dengan IWF? Yah, ini juga tak berbeda jauh. Intinya sama, istilah ini muncul karena popularitas wf yang naik dan menggantikan keberadaan profil kanal H dan I beam di lapangan.

Sampai sini, kita lihat bahwa baik istilah HWF maupun IWF mengacu pada profil wf.

Bagaimana dengan profil berikut ini? SH, WH dan MH.

Jika kita lihat ujung hurufnya yang merupakan abjad H, kebanyakan dari kita pasti berpikiran bahwa tiga istilah terakhir itu merujuk ke besi Habim bukan?

No..no..no, ternyata bukan baja h beam yang dirujuk oleh tiga istilah profil tersebut.

⇒ Info jual besi siku harga murah

Ya, lagi-lagi SH, WH dan MH merupakan istilah lain untuk wf (tepatnya nama komersil atau nama jual nya). Yang membedakan dari SH, WH dan MH adalah perbandingan ukuran elemen flange dan web nya.

elemen web flange pada besi wf

  • Profil SH atau Short H, merupakan wf yang panjang flange-nya setengah dari panjang web-nya. Contohnya: 250 x 125, 200 × 100 dan 100 × 50
  • Profil WH atau Wide H, ialah wf dengan panjang flange sama dengan panjang web-nya. Ini mirip baja habim bukan? Dari tampilan WH lah yang paling mirip. Namun ingat keduanya beda proses pembuatan sebagaimana yang telah di sebutkan pada data yang diperoleh dari standar SNI di atas. Contohnya: 300 × 300, 175 × 175 dan 150 × 150
  • Profil MH atau Middle H, adalah wf dengan dengan kriteria panjang flange dan web yang berada di antara kriteria perbandingan panjang flange web SH dan WH. Nah loh, bingung? Memang ribet. Lihat contoh ukurannya saja oke: 250 × 150 dan 150 × 100

Berikut kesimpulan dari penjelasan terkait istilah-istilah lainnya:

  1. Wf dikenal dalam SNI dan menunjuk pada profil H yang dibuat dengan proses hot rolled
  2. Habim tak dikenal dalam SNI. Dalam prakteknya H beam merujuk kepada profil H yang dibuat dengan proses las.
  3. I Beam adalah I Beam dan bukan wf. Sering keliru menjadi dianggap wf.
  4. IWF adalah wf. IWF adalah istilah yang rancu, cukup sebut wf saja tak perlu ditambahi dengan embel-embel huruf i d depannya.
  5. HWF adalah WF. Istilah ini tak ada di dalam SNI.
  6. WH, MH, SH adalah WF. Ini juga tak dikenal di dalam SNI.
  7. UC, UB, W dst.. istilah ini menunjuk pada standar lain yang non SNI.

Terjadinya bias terhadap profil-profil baja ini bisa dianalisis berdasarkan alur level “pemegang” sebagaimana berikut:

⇒ Info jual besi cnp murah harga terbaik

1st Level:

  • Produsen: Sangat kecil kemungkinan terjadi bias dari pihak produsen. Mereka langsung kontak dengan SNI jadi pasti paham dengan apa yang mereka produksi.
  • Perencana: Pihak ini jarang teliti mendalami standar, akibatnya tak paham sepenuhnya mengeni perbedaan profil baja yang kita bahas di halaman ini. Akibatnya seperti yang telah kita telah ketahui, seperti: inginnya wf namun digambar rancangan ditulis jadi profil I, h beam atau iwf dsb. Besar kemungkinan, di sinilah awal mula bias ini.

2nd Level:

  • Penjual/Distributor. Pihak ini memperoleh stok dari produsen. Tentu dilengkapi dengan label dan standar SNI-nya. Ya, dipihak inipun kecil kemungkinan terjadi bias.
  • Kontraktor/Pelaksana lapangan. Kontraktor memperoleh rancangan pembangunan dari konsultan perencana. Kemudian sebagai pelaksana kontraktor menghubungi penjual atau distributor baja. Merekapun memesan sesuai dengan yang tertera pada rancangan. Sebagaimana tadi disebutkan, perencana menulis I Beam untuk wf yang sebenarnya mereka inginkan. Tadi juga telah dibahas sedikit bahwa I Beam ini memang sudah jarang, termasuk jarang distok oleh penjual. Karena itu begitu mendapat request order I Beam, penjual akan bilang kosong. Nah, ketika ini terjadi biasanya selaku pihak yang dinilai lebih paham maka kontraktor akan “menekan” dengan alasan tingkat pengalaman mereka dalam bidang konstruksi dan mengatakan bahwa I Beam itu adalah WF (yang mana telah kita tahu bahwa itu keliru). Dan biasanya jika sudah terjadi demikian maka wf akan terjual sebagai I Beam.

By the way, analisis level di atas kami tuliskan berdasarkan pengalaman dan studi literatur beberapa rekan dalam lingkup profesi kami selama menekuni niaga baja. Jadi bisa saja anda mengalami hal yang berbeda dengan yang dituliskan pada analisis tadi.

Terima kasih telah bersama kami sampai bagian akhir dari halaman ini. Semoga informasi-informasi yang dituliskan dapat bermanfaat untuk anda.

Kapanpun anda membutuhkan habim, kami selalu memiliki harga besi h beam per batang yang murah untuk anda. Kami buka setiap hari kerja, silahkan hubungi kami untuk memperoleh keterangannya.

Sampai jumpa dilain kesempatan,

Salam kami,

OkeSteel.com

SHARE